oleh

View Tower Tinggal Tunggu Waktu Bongkar

PHR News.id – Terpasang warning line (garis peringatan) yang bertuliskan, di larang Masuk & Beraktivitas di Area View Tower karena Kondisi Bangunan Berbahaya untuk Keselamatan’, sudah terpasang di lapangan Merdeka Kota Bengkulu.

Pemasangan garis peringatan tersebut upaya dari pemerintah provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi sampai proses pembongkaran dilakukan.

Menurut Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Fachriza Razie, pembongkaran tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat karena masih ada tahapan administrasi penghapusan aset yang sedang dikerjakan.

“Ini berproses. Menunggu sampai proses administrasi selesai baru dilakukan eksekusi,” jelas Fachriza, 05/03/2022.

Sambung Fachriza, warning line sudah terpasang untuk memberi tahu masyarakat sekitar dan pengunjung yang biasa main di Lapangan Merdeka untuk berhati-hati.

“Rencana pembongkaran view tower ini sudah lama dan melalui proses panjang, serta kajian khusus dari konsultan independen. Termasuk , telah dilakukan pengkajian aset dan konstruksi oleh pihak ketiga oleh Dinas PUPR Provinsi Bengkulu,” terangnya.

Lanjut Fachriza, ada 7 kajian dari konsultan independen tersebut. Diantaranya, melalui analisa aturan penerbangan, analisa situs dan cagar budaya, analisa hasil FGD dengan pemuka adat dan BMA Provinsi Bengkulu, analisa konstruksi dan sipil, analisa sosial kultural, analisa keamanan serta analisa kawasan perkotaan.

“Pertimbangkan aspek kebermanfaatan, keamanan pengunjung serta masukan dari berbagai pihak, seperti dari tokoh masyarakat dan tokoh adat yang membulatkan tekat pemprov akan membongkar view tower,” tegas Fachriza.

Sehingga nantinya, lanjut Fachriza, pembongkaran akan dilanjutkan dengan penataan ulang Lapangan Merdeka yang lebih baik sekaligus representatif bagi masyarakat Bengkulu.

Sementara menurut Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Almidianto sebagai pengelola Lapangan Merdeka, bahwa sosialisasi udah dijalankan sudah sejak lama. Bahkan di dekat view tower juga ada imbauan untuk tidak mendekat bangunan tersebut. Namun, kembali dikuatkan dengan warning line yang besar terang Almi.

Kolaborasi bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu tiap hari, kata Almi, pihaknya melakukan penjagaan memastikan tidak ada aktivitas di area tersebut demi keselamatan.

“Tentunya ini akan kita lakukan terus hingga selesai pengurusan administrasi penghapusan aset,” pungkas lulusan UGM ini. (PHR/04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.