oleh

Suimi Fales: Kiai Bengkulu Mendukungnya Maju Sebagai Anggota DPR RI

Bengkulu Tengah, Phrnews.id – Sekretaris Umum DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bengkulu yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Suimi Fales mengklaim sejumlah kiai mendukungnya maju sebagai Anggota DPR RI, menurutnya, ada alasan mengapa kiai-kiai tersebut memberikan dukungan pada dirinya untuk ikut memperebutkan kursi DPR RI 2024 mendatang.

Tablig Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Harapan Makmur, Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Kiai-kiai di Bengkulu mendukung saya sebagai Anggota DPR RI karena dianggap berjasa dalam memperjuangkan pesantren,” kata Wan Sui sapaan akrabnya, usai mengikut acara Tablig Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Harapan Makmur, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (25/10/2022).

Dirinya adalah salah seseorang yang memperjuangkan keberlangsungan santri dalam menuntut ilmu. Dia menceritakan, pada era 90-an ia dan teman-temannya di Yogyakarta mengkaji alasan mengapa laskar santri yang dibuat pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asyari tidak masuk dalam dokumen resmi sejarah nasional.

“Kita gali bersama arsip nasional akhirnya kita temukan bahwa fakta sejarah itu ada, bahwa laskar santri ada dan ikut memperjuangkan kemerdekaan RI saat itu,” jelasnya.

PKB pun bergerak agar fakta tersebut diakui negara. Melalui berbagai forum dan perjuangan politik di DPR, akhirnya Hari Santri disetujui Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu. Sejak saat itu kebijakan khusus untuk santri dan pesantren pun terus dilahirkan.

“Dari undang-undang pesantren hingga Perpres Dana Abadi pesantren akhirnya terwujud,” terang Suimi, tanggal 22 Oktober merupakan tonggak sejarah bahwa kelompok santri ikut berjuang turut andil dalam kemerdekaan RI.

“Perjuangan santri belum selesai, dan harus tetap terlibat dalam perjuangan bangsa masa kini, tapi dengan karakter dan nilai-nilai yang dipegang teguh santri seperti kesederhanaan, religius dan pantang menyerah,” pungkasnya.(Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.