oleh

Objek Wisata di Bengkulu Sementara Ditutup

BENGKULU, phrnews.id – Kapolda Bengkulu Irjen. Pol. Drs. Teguh Sarwono, M.Si, pagi hari ini Kamis (21/5/2020) secara tegas menyatakan akan menutup objek wisata yang biasa ramai dikunjungi warga saat hari Raya Idul Fitri dan sesudahnya. Hal ini disampaikannya dalam rangka melakukan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1441 H tahun 2020 yang akan disesuaikan dengan protokol kesehatan dalam rangka menghadapi pandemi corona virus disease covid-19.

“Penutupan lokasi objek wisata sementara dilakukan dengan melibatkan rekan dari TNI, Satpol PP dan Instansi terkait lainnya, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” ucapnya.

Ditambahkannya juga, tetap mengutamakan cara persuasif dan tegas namun tetap humanis. Hal ini mengingat penutupan objek wisata tidak bisa dilakukan dengan cara paksa.

“Karena memang ini tidak bisa kita laksanakan secara keras, harus ada aturan yang juga perlu kita siapkan,” jelas Kapolda.

Memaksimalkan pengamanan sesuai dengan kesepakatan bersama, maka kita akan tetap melakukan penjagaan di pintu perbatasan. Terutama di posko yang melakukan penjagaan antar provinsi, dengan cara melarang kendaraan yang berniat masuk ke wilayah Provinsi Bengkulu termasuk sebaliknya.

”Tetap kita lakukan pelarangan bagi kendaraan yang akan masuk dari luar wilayah, dengan cara meminta putar balik kembali ke daerah asal sebagai langkah pencegahan penyebaran pandemi corona virus disease Covid-19″, pungkasnya.

Dilansir dari laman detiknews.com, kegiatan pencegahan penyebaran covid-19 menyambut hari Raya Idul Fitri juga telah dilakukan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang menyatakan bahwa, telah meminta kepada pimpinan NU dan Muhammadiyah untuk meneruskan kesepakatan sesuai instruksi Pemerintah atas pelaksanaan Takbir, Shalat Idul Fitri dan berlebaran di rumah saja ke masyarakat.

“Sehingga masyarakat menjadi tenang dan tidak ada kekhawatiran dalam menyambut hari kemenangan Idul Fitri, walaupun di tengah pandemi COVID-19 ini,” harap Rohidin dalam media tersebut.

Sementara itu Ketua BMA Provinsi Bengkulu, S. Effendi menjelaskan, secara tatanan adat kondisi saat ini merupakan yang luar biasa. Sehingga menjadi hal wajar jika kita tidak bisa saling berkunjung ke rumah sanak famili, yang hal ini merupakan adat masyarakat Bengkulu.

“Jadi untuk tahun ini mari kita manfaatkan media dan alat komunikasi yang ada, karena itu tidak akan melanggar adat istiadat dan itu sama nilai baiknya dimata agama maupun adat istiadat kita,” jelas Effendi.(red/kay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.