Kisah Yunus bin Ubaid, Pedagang Jujur ketika Menjual Barangnya

PHR News.id РYunus bin Ubaid hidup di masa tabiin. Selain ramah, sosoknya selalu mengedepankan kejujuran, termasuk dalam aktivitas sehari-harinya berdagang di pasar.

Diketahui, Yunus menjual berbagai macam perhiasan, riwayat lain menyatakan garmen dan tekstil, dia menjadi yang paling pertama membuka kios.

Dikisahkan bahwa setelah selesai membuka tempat berjualan, ia selalu menunaikan sholat dua rakaat. Selama sholat, dia menitipkan semua jualannya kepada adik laki-lakinya.

“Kamu tunggu di sini. Saya akan segara kembali,” kata Yunus kepada saudaranya, seperti diceritakan dalam buku 101 Kisah Muslim, dikutip dari Sindo News, Sabtu (5/2/2022).

“Baik, saya juga sementara ini belum ke mana-mana,” jawab adiknya tersebut.

Akhirnya Yunus berlalu meninggalkan kiosnya untuk melakukan kegiatan rutin sebelum memulai akad jual-beli.

Setelah beberapa menit Yunus meninggalkan kios, datang seorang pembeli dari kalangan Badui.

Setelah melihat-lihat perhiasan di kios Yunus, akhirnya warga Badui itu mengajukan pertanyaan. “Berapa ini, anak muda?” tanya dia kepada adik Yunus itu.

“Itu barang kita kasih harga 400 dirham,” jelas adik Yunus.

Dikarenakan suka melihat perhiasan yang dijual di kios Yunus, akhirnya warga Badui itu tidak mengajukan permintaan agar harga dapat diturunkan.

Ternyata ada kecurangan yang dilakukan adik Yunus. Tanpa sepengetahuan Yunus, sang adik menjual dengan harga dua kali lebih mahal dari yang sudah ditentukan.

Padahal, harga yang ditetapkan Yunus sebesar 200 dirham. Artinya, adik Yunus untung 200 dirham dari penjualan perhiasan itu. Tanpa direncanakan, orang Badui yang baru saja beberapa saat meninggalkan kios bertemu Yunus di persimpangan. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.