Gelar Pengukuhan Guru Besar UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Tahun 2024: Momen Bersejarah di Dunia Akademik

PHRNews.id- Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan acara pengukuhan guru besar pada 21 Mei tahun 2024, yang menjadi momen bersejarah dan prestasi bagi dunia akademik di Bengkulu.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Ketua Senat Prof. Dr. H. Zulkarnain, S.M.Ag, dan Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd.

Pada acara ini, tujuh akademisi terkemuka resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam berbagai bidang ilmu. Berikut adalah para akademisi yang menerima gelar guru besar beserta bidang keilmuan mereka:

  1. Prof. Dr. H. Hery Noer Aly Bin Sanusa, M.A. – Bidang Ilmu Pemikiran Pendidikan Islam
  2. Prof. Dr. Asnaini, M.A. – Bidang Ilmu Ekonomi Islam
  3. Prof. Dr. Yusmita, M.Ag. – Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam
  4. Prof. Dr. Drs. H. Supardi, M.Ag. – Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam
  5. Prof. Dr. Suwarjin, S.Ag., M.A. – Bidang Ilmu Hukum Islam
  6. Prof. Dr. Suryani, M.Ag. – Bidang Ilmu Hadis Ahkam
  7. Prof. Dr. Samsudin, M.Pd. – Bidang Ilmu Sosiologi Agama

Pengukuhan ini merupakan pengakuan atas kontribusi signifikan mereka dalam penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, serta dedikasi mereka dalam mengembangkan dan memajukan ilmu pengetahuan di bidang masing-masing.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd., menyatakan bahwa pencapaian ini bukan hanya kebanggaan bagi individu yang dikukuhkan, tetapi juga bagi institusi dan masyarakat Bengkulu secara keseluruhan. Beliau menekankan pentingnya peran para guru besar dalam membimbing dan menginspirasi generasi muda serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu juga memberikan apresiasi tinggi kepada para guru besar yang baru dikukuhkan, berharap agar mereka terus memberikan kontribusi positif dan membawa perubahan signifikan kepada Provinsi Bengkulu. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.