Audiensi Densus Mabes Polri Wilayah Bengkulu terkait Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi Umat Beragama.

PHRNews.id-Detasmen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri Wilayah Bengkulu menggelar audensi dengan Universitas Islam Negri Bengkulu Selasa, 14 Mei 2024.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dalam upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi umat beragama di lingkungan kampus UIN Fatmawati Sukarno.

Kedatangan Densus ini disambut oleh Kabag Umum UIN Fatmawati Sukarno, Dr. Sri Ihsan, M.Pd., beserta staf Layanan Kerjasama, serta perwakilan dari Densus 88 Mabes Polri Wilayah Bengkulu.

Dr. Sri Ihsan menekankan pentingnya kerjasama antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan intelektual dan spiritual mahasiswa.

“Kami berharap, melalui kerjasama ini, kita dapat mencegah masuknya paham-paham radikal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar beliau.

Sementara itu, Bripka Albert Sunaryo, SH menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Fatmawati Sukarno untuk menjalin kerjasama strategis dalam hal pencegahan radikalisme.

“Peran aktif dari institusi pendidikan sangat krusial dalam membentuk karakter dan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan. Kami siap mendukung UIN Fatmawati Sukarno dalam berbagai program yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampus,” tegas Bripka Albert Sunaryo, SH.

Adapun  poin kerjasama yang dibahas dalam audiensi ini antara lain penyelenggaraan seminar dan workshop terkait pencegahan radikalisme, pelatihan bagi dosen dan mahasiswa tentang identifikasi dan penanganan radikalisme, serta peningkatan pengawasan dan penanganan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan kampus.

Diharapkan, dengan terjalinnya kerjasama yang baik antara UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Densus 88 Mabes Polri Wilayah Bengkulu, langkah-langkah preventif terhadap radikalisme dan intoleransi dapat lebih efektif dan efisien. Sehingga, kampus UIN Fatmawati Sukarno dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam menciptakan lingkungan akademis yang aman, damai, dan toleran. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.